Hukum Wanita Memandang Laki-laki

Wahai Fadhilatusy Syaikh, Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
Apakah seorang wanita mendapatkan dosa ketika melihat kepada kaum laki-laki, baik secara langsung ataupun melalui televisi?

Jawaban:
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam. Aku bershalawat dan mengucapkan salam kepada nabi kita Muhammad, juga kepada keluarga beliau, dan para sahabatnya seluruhnya.

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.
Amma ba’du.

Wanita yang melihat kepada laki-laki tidak lepas dari beberapa keadaan: Continue reading “Hukum Wanita Memandang Laki-laki”

Cara Menggapai Kelezatan Beribadah

Oleh: Syaikh Abdulaziz bin Baz – rahimahullah –
Pertanyaan:
Apa penyebab hilangnya kelezatan dalam ibadah, dan bagaimana solusi praktis untuk mengatasinya?

Jawaban:
بسم الله الرحمن الرحيم: الحمد لله وصلى الله وسلم على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن اهتدى بهداه أما بعــد

Tidak ragu bahwa ibadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla memiliki kelezatan yang sangat agung dalam hati seorang mukmin dan mukminah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وجعلت قرة عيني في الصلاة
“Dan telah dijadikan penenang hatiku ada pada shalat”
Continue reading “Cara Menggapai Kelezatan Beribadah”

Hukum Kencing Berdiri

Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalihi al-Utsaimin -rahimahullah-

س127: ما حكم البول قائماً؟

الجواب: البول قائماً يجوز بشرطين:

أحداهما: أن يأمن من التلوث بالبول .

الثاني: أن يأمن من أن ينظر أحد إلى عورته .

Continue reading “Hukum Kencing Berdiri”

Bolehkah memberikan daging kurban kepada orang kafir?

Bolehkah memberikan daging kurban kepada orang kafir?

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin –rahimahullah– berkata:
Boleh bagi seseorang untuk memberi orang kafir dari daging kurban sebagai sedekah, dengan syarat orang kafir tersebut bukan termasuk orang yang memerangi kaum muslimin. Jika dia termasuk orang yang memerangi kaum muslimin, maka tidak boleh diberi sedikit pun, berdasarkan firman Allah, Continue reading “Bolehkah memberikan daging kurban kepada orang kafir?”

Warisan Kakek Untuk Cucu Yang Telah Mati Orang tuanya

Fatwa Syaikh Abdulaziz bin Baz —rohimahulloh

Pertanyaan:
Ada seorang yang meninggal dunia sebelum orang tuanya, dan dia meninggalkan beberapa anak. Apakah anak-anak ini memiliki hak warisan dari peninggalan kakek mereka setelah kakek itu meninggal dunia sebagaimana halnya jika  orang tua mereka masih hidup? Continue reading “Warisan Kakek Untuk Cucu Yang Telah Mati Orang tuanya”

Apakah Pelaku Bunuh Diri Disholati?

Fatwa Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin —rohimahulloh

Pertanyaan:
Semoga Alloh memberkati Anda. Apakah pelaku bunuh diri disholatkan dan dimandikan?

Jawaban:
Pelaku bunuh diri —wal ‘iyaadzu billa— telah membunuh dirinya dengan sengaja tanpa hak. Perbuatan bunuh diri itu merupakan tindak kebodohan. Karena dengan perbuatannya itu dia menyangka akan bisa terlepas dari berbagai ujian dan kesempitan yang menimpanya. Akan tetapi dia sesungguhnya beralih menuju keadaan yang lebih sempit dan ujian yang lebih berat lagi. Ibaratnya, bagaikan seorang yang mencari perlindungan dengan api, dari panasnya tanah yang terkena terik matahari.

Continue reading “Apakah Pelaku Bunuh Diri Disholati?”

Beda Istighfar dengan Taubat

Apa perbedaan antara istighfar dan taubat?

Jawaban:
Taubat adalah penyesalan atas kesalahan yang telah lalu, meninggalkan kesalahan itu dan tekad untuk tidak mengulanginya. Inilah yang disebut taubat. Adapun istighfar, maka terkadang dia berupa taubat dan terkadang hanya semata-mata ucapan. Seseorang yang berucap, “Ya Allah ampuni aku” atau “astaghfirulloh”, tidak akan menjadi taubat kecuali jika dibarengi dengan penyesalan, meninggalkan maksiat dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Continue reading “Beda Istighfar dengan Taubat”