Fiqih

SHOLAT MUSAFIR DIBELAKANG MUKIM

Oleh: Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Barrak hafizhohulloh

Pertanyaan:
Bolehkah seorang musafir mencukupkan diri dengan dua roka’at (terakhir) yang dia dapati bersama imam?

Jawaban:
Alhamdulillah, seorang musafir jika sholat di belakang orang yang mukim, wajib untuk menyempurnakan sholatnya (tidak mengqoshornya). Berdasarkan riwayat yang datang dari Ibnu Abbas – rodhiyallohu ‘anhuma – tentang seorang musafir yang sholat di belakang seorang yang mukim. Dia berkata, sholat sebagaimana sholatnya (imam).
Para ulama mengatakan, ini wajib bagi seorang musafir meski dia hanya mendapat satu roka’at saja.
Wallohu a’lam.

Sumber (berbahasa arab):
http://albrrak.net/index.php?option=com_ftawa&task=view&id=31972&catid=&Itemid=35

Fiqih

Apakah Musafir Menjamak Sholat?

Menjamak sholat, maksudnya adalah melaksanakan dua sholat (zhuhur dan ashar, atau maghrib dan isya) dalam satu waktu sholat. Terkadang atau mungkin sering kita melihat para musafir yang singgah di dekat masjid, meski mereka mendengar adzan dan tidak ada masyaqqoh (kesulitan) untuk mendatangi sholat berjamaah di masjid pada waktu-waktu yang ditetapkan, mereka tetap menjamak shalat mereka. Hal ini menimbulkan pertanyaan tersendiri, apakah memang jamak bagi musafir disyariatkan (dalam arti disunnahkah atau diwajibkan) ataukah hanya sekadar dibolehkan dan lebih utama sholat pada waktu masing-masing? Atau bahkan tidak ada syariat jamak bagi musafir?

Tentang hal ini, berikut ini disampaikan penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin – rohimahulloh – dalam asy-Syarhul Mumti’ Jilid ke-4 hal 387-390.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin – rohimahulloh – berkata: Lanjutkan membaca “Apakah Musafir Menjamak Sholat?”