Haruskah Sama Antara Dunia dan Akhirat?

Alhamdulillah, banyak manusia yang menyadari bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara. Mereka tahu bahwa mereka akan kembali ke kampung akhirat, sehingga mereka pun melakukan usaha mengumpulkan bekal menuju akhirat.

Hanya saja, di antara sekian banyak manusia yang sadar atau mengetahui akan hal ini, masih ada saja yang hatinya tertawan dengan dunia dan perhiasannya. Sehingga, seolah-olah dunia menjadi tujuan utama mereka, padahal mereka tahu dan sadar bahwa mereka akan kembali ke akhirat. Memang mereka sudah melakukan usaha berbekal menuju akhirat, namun karena mereka salah memosisikan akhirat terhadap dunia, mereka tetap saja lebih mengutamakan dunia atas akhirat.

Sebagian orang lain yang memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap khidupan akhirat berusaha menjadikan akhirat seimbang (sama persis) dengan dunia. “Kita hidup itu harus seimbang antara dunia dan akhirat. Dunia iya, akhirat juga iya, fifty-fifty (50% – 50%)” demikian seolah-olah prinsip hidupnya berbicara.

Pembaca yang dirahmati Allah, jika kita telah mengetahui tidak benarnya prinsip hidup yang melebih utamakan dunia atas akhirat, lalu bagaimana dengan prinsip hidup yang menyatakan dunia akhirat fifty-fifty?

Continue reading “Haruskah Sama Antara Dunia dan Akhirat?”

Benarkah Bahasa Arab Bahasa Surga?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah – rahimahullah – ditanya:
Dengan bahasa apa orang-orang akan berkomunikasi pada hari kebangkitan? apakah mereka akan berbicara dengan bahasa Arab? Apakah benar bahwa bahasa penduduk neraka adalah bahasa Persia sedangkan bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab?

Beliau menjawab:
Continue reading “Benarkah Bahasa Arab Bahasa Surga?”

Bolehkah Melangsungkan Akad Nikah di Masjid?

Sering kita melihat di antara kaum muslimin yang mengadakan akad nikah di masjid-masjid. Mereka beranggapan bahwa melakukan akad nikah di masjid memiliki keutamaan tersendiri, di samping mungkin di antara mereka ada yang mengharapkan keberkahan dari masjid tersebut. Benarkah anggapan demikian? Bagaimana pendapat para ulama tentang hal tersebut?

Berikut ini adalah penjelasan situs islamqa.info ketika menjawab pertanyaan tentang permasalahan tersebut.

Pertanyaan:

Bolehkah dilakukan pernikahan atau akad nikah di dalam masjid?
Continue reading “Bolehkah Melangsungkan Akad Nikah di Masjid?”

Materialisme vs Akidah Islam

Dalam sebuah hadits, Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – telah bersabda,
يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
“Hampir-hampir umat-umat yang ada saling menyeru untuk menyerbu kalian sebagaimana para penyantap makanan menyerbu nampan makanannya.”
Lalu ada seorang sahabat yang bertanya, “Apakah dengan sebab jumlah kita yang sedikit waktu itu?” Continue reading “Materialisme vs Akidah Islam”

Khusyu’ Dalam Shalat

Khusyu’ Dalam Shalat

Oleh: Fadhilatusy Syaikh Dr. Shalih Bin Fauzan al-Fauzan – hafizhahullah –

Segala puji hanyalah milik Allah, Penguasa seluruh alam semesta. Dia telah memerintahkan kita untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai bantuan untuk menghadapi berbagai kesulitan hidup. Dan Dia juga mengabarkan bahwa hal itu sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. Dia juga telah menyifati orang-orang yang beriman dengan kekhusyu’an dalam shalat mereka dan menjadikannya termasuk salah satu sifat mereka.

Allah berfirman,
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ . الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ
“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalat mereka.” (al-Mu’minun: 1-2)

Aku memuji-Nya atas agungnya karunia dan kebaikan-Nya, dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dengan pengagungan terhadap kedudukan-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang menyeru menuju keridhaan Allah, semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat kepadanya, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Amma ba’du. Continue reading “Khusyu’ Dalam Shalat”

Fikih Ringkas tentang Adzan (e-Book)

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga beliau, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Shalat adalah ibadah amaliah terpenting dalam agama Islam karena kedudukannya sebagai rukun Islam kedua setelah syahadat. Shalat diwajibkan oleh Allah untuk dilaksanakan pada waktu-waktu yang telah ditetapkan, sebagaimana Allah ta’ala telah berfirman,
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu (kewajiban) atas orang-orang yang beriman yang telah ditentukan waktunya.” (an-Nisa: 103)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan penjelasan yang gamblang tentang waktu untuk setiap shalat wajib itu, kapan mulainya dan kapan berakhirnya. Disamping itu, Allah juga telah mensyariatkan adanya adzan sebagai seruan bagi kaum muslimin untuk dijadikan sebagai tanda bahwa telah masuk waktu untuk melaksanakan shalat wajib.
Continue reading “Fikih Ringkas tentang Adzan (e-Book)”

Bolehkah Mengqadha Shalat Sunah Rawatib

Bolehkah kita mengqadha shalat sunah rawatib jika suatu saat kita meninggalkannya?

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin –rohimahullah- berkata:

Barangsiapa terlewat sebagian dari sholat rawatib, maka disunahkan baginya untuk mengqadhanya, dengan syarat hal itu disebabkan karena ‘udzur.

Dalilnya adalah Continue reading “Bolehkah Mengqadha Shalat Sunah Rawatib”