dakwah, Download, Manhaj

Download Buku: Prinsip Dakwah Salafiyah

Alhamdulillah, hanya dengan pertolongan Allah semata penerjemahan kitab “Ushul ad-Da’wah as-Salafiyah” bisa terlaksana dan terselesaikan.

prinsip dakwah salafiyahKitab ini, pada asalnya merupakan suatu ceramah yang disampaikan Syaikh Abdussalam bin Barjas – rahimahullah – yang kemudian dibukukan.

Sebagaimana judulnya, “Ushul ad-Dakwah as-Salafiyah”, yang kami terjemahkan dengan “Prinsip Dakwah Salafiyah”, berisi prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan tegaknya dakwah salafiyah.

Prinsip-prinsip ini sangat perlu kita ketahui agar kita tidak terjerumus ke dalam berbagai macam dakwah yang membelok dari jalur dakwah yang telah digariskan Rasulullah – shallallahu ‘alaih wa sallam – dan telah dijalankan oleh salaf (pendahulu) kita dari kalangan para sahabat, tabiin, tabi’ut tabi’in, dan para ulama yang mengikuti mereka dari zaman ke zaman.

Semoga penerjemahan kitab ini menjadi salah satu amal pemberat timbangan pahala di akhirat bagi penerjemahnya dan juga penulisnya.

Sukoharjo, Ramadan 1438 H
Abu Ubaidillah al-Bamalanjy

============================

Silakan Download Kitab/Buku terjemahan ini pada link di bawah:
Prinsip Dakwah Salafiyah

Manhaj, Nasihat

Kaidah Menjauhi Fitnah (Bag 2/2)

Oleh: Syaikh Abdurrozzaq bin Abdilmuhsin al-Badr —hafizhohumalloh

Lanjutan dari Kaidah Menjauhi Fitnah Bagian 1

Di antara kaidah agung untuk menghindari dan menjauhi fitnah, adalah sikap lemah lembut dan kehati-hatian, menjauhi sikap terburu-buru, tidak tergesa-gesa ingin mendapatkan hasil, serta memperhatikan kepada dari segala perkara. Karena sikap buru-buru tidak akan mendatangkan kebaikan, sedangkan dalam sikap hati-hati terdapat kebaikan dan berkah.

Barangsiapa yang suka terburu-buru dalam urusan-urusannya, jiwanya tidak akan aman dari ketergelinciran dan penyimpangan. Sebaliknya, siapa yang besikap lemah lembut dalam urusan-urusannya dan bersikap hati-hati dalam perjalanannya serta menjauhi sikap buru-buru dan ngawur, dan dengan senantiasa memperhatikan akibat dari berbagai perkara, maka dengan izin Alloh ‘azza wa jalla dia akan sampai kepada hasil yang terpuji yang akan membahagiakannya di dunia dan akhirat. Lanjutkan membaca “Kaidah Menjauhi Fitnah (Bag 2/2)”

Manhaj, Nasihat

Kaidah Menjauhi Fitnah (Bag 1/2)

Oleh: Syaikh Abdurrozzaq bin Abdilmuhsin al-Badr —hafizhohumalloh

Telah sah dari Nabi —shollallohu ‘alaihi wa sallam— bahwa beliau bersabda,
إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الفِتَنَ
“Sesungguhnya orang yang bahagia adalah yang dijauhkan dari berbagai fitnah.” (Riwayat Abu Daud dan yang lain, dari al-Miqdad bin al-Aswad —rodhiyallohu ‘anhu)

Disinilah orang-orang yang memiliki kecemburuan dan menginginkan kebaikan, yang menghendaki keselamatan untuk diri mereka dan menginginkan ketinggian bagi umat mereka, umat Islam, bertanya-tanya tentang bagaimana menggapai kebahagiaan ini. Bagaimana cara meraih kebahagiaan itu, bagaimana menghindari berbagai fitnah dan bagaimana seorang muslim bisa dijauhkan darinya, sehingga dia bisa selamat dari berbagai keburukan dan bahayanya. Karena seorang muslim yang menginginkan kebaikan dan memiliki kecemburuan tidak menginginkan fitnah baik untuk dirinya maupun untuk umatnya. Karena dalam hatinya pasti terdapat nasihat untuk dirinya dan hamba-hamba Alloh, sebagai pelaksanaan dari sabda Nabi —shollallohu ‘alaihi wa sallam–,
الدين النصيحة قلنا لمن يا رسول الله قال لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم
“Agama adalah nasihat” Kami (para sahabat) bertanya, kepada siapa wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Kepada Alloh, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan kepada umumnya kaum muslimin.” (Riwayat Muslim)

Lanjutkan membaca “Kaidah Menjauhi Fitnah (Bag 1/2)”

Aqidah, Fiqih, Manhaj

Apakah Pelaku Bunuh Diri Disholati?

Fatwa Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin —rohimahulloh

Pertanyaan:
Semoga Alloh memberkati Anda. Apakah pelaku bunuh diri disholatkan dan dimandikan?

Jawaban:
Pelaku bunuh diri —wal ‘iyaadzu billa— telah membunuh dirinya dengan sengaja tanpa hak. Perbuatan bunuh diri itu merupakan tindak kebodohan. Karena dengan perbuatannya itu dia menyangka akan bisa terlepas dari berbagai ujian dan kesempitan yang menimpanya. Akan tetapi dia sesungguhnya beralih menuju keadaan yang lebih sempit dan ujian yang lebih berat lagi. Ibaratnya, bagaikan seorang yang mencari perlindungan dengan api, dari panasnya tanah yang terkena terik matahari.

Lanjutkan membaca “Apakah Pelaku Bunuh Diri Disholati?”

Manhaj, Nasihat

Penuntut Ilmu, Bertakwalah..!!!

“…Sesungguhnya ketakwaan adalah asas kebaikan seorang penuntut ilmu dan tanda bahwa dia bisa mengambil faidah dari ilmu yang dipelajarinya. Karena termasuk sebab terbesar untuk merealisasikan pencarian ilmu syar’i yang shahih yang diambil dari al-Kitab dan as-Sunnah adalah takwa kepada Allah.

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ

“Bertakwalah kamu kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan ilmu kepadamu.” (al-Baqarah: 282)

Sebagian orang yang menisbatkan diri kepada ilmu — dan kita merasa khawatir termasuk ke dalamnya — menyia-nyiakan waktu dalam hal yang tidak berfaidah, seperti qiila wa qoola (isu, desas-desus) dan perkataan kosong yang bisa menjauhkan dari Allah dan mengeraskan hati. Lanjutkan membaca “Penuntut Ilmu, Bertakwalah..!!!”