dakwah, Download, Manhaj

Download Buku: Prinsip Dakwah Salafiyah

Alhamdulillah, hanya dengan pertolongan Allah semata penerjemahan kitab “Ushul ad-Da’wah as-Salafiyah” bisa terlaksana dan terselesaikan.

prinsip dakwah salafiyahKitab ini, pada asalnya merupakan suatu ceramah yang disampaikan Syaikh Abdussalam bin Barjas – rahimahullah – yang kemudian dibukukan.

Sebagaimana judulnya, “Ushul ad-Dakwah as-Salafiyah”, yang kami terjemahkan dengan “Prinsip Dakwah Salafiyah”, berisi prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan tegaknya dakwah salafiyah.

Prinsip-prinsip ini sangat perlu kita ketahui agar kita tidak terjerumus ke dalam berbagai macam dakwah yang membelok dari jalur dakwah yang telah digariskan Rasulullah – shallallahu ‘alaih wa sallam – dan telah dijalankan oleh salaf (pendahulu) kita dari kalangan para sahabat, tabiin, tabi’ut tabi’in, dan para ulama yang mengikuti mereka dari zaman ke zaman.

Semoga penerjemahan kitab ini menjadi salah satu amal pemberat timbangan pahala di akhirat bagi penerjemahnya dan juga penulisnya.

Sukoharjo, Ramadan 1438 H
Abu Ubaidillah al-Bamalanjy

============================

Silakan Download Kitab/Buku terjemahan ini pada link di bawah:
Prinsip Dakwah Salafiyah

dakwah, Nasihat, Tazkiyatun nafs

Jangan kau sembunyikan ilmu…

Sungguh telah jelas kedudukan seorang alim (orang yang berilmu) dalam agama ini. Mereka menempati kedudukan yang sangat mulia. Mereka berhak mendapatkan keutamaan yang sangat banyak. Di antaranya, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانُ فِي الْمَاءِ

“Sesungguhnya seorang alim akan dimintakan ampunan oleh seluruh makhluk yang di langit dan di bumi sampai pun ikan-ikan di lautan.” (Riwayat at-Tirmidzi, dishahihkan al-Albani)

Namun, alangkah celakanya seorang alim, jika dia menutup-nutupi ilmu yang telah dia peroleh. Alih-alih dimintakan ampun oleh seluruh makhluk, dia malah mendapatkan laknat dari setiap makhluk yang melaknat. Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَىٰ مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولٰئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati.” (Al-Baqoroh: 159)

Maka renungkanlah perbedaan yang jauh dari dua keadaan alim ini, semoga Alloh memberi taufiq kepada kita semua.

Aqidah, dakwah, Manhaj

KAIDAH DAN KETENTUAN PENYEBARAN AQIDAH SALAFIYAH (2)

Ini adalah kelanjutan dari KAIDAH DAN KETENTUAN PENYEBARAN AQIDAH SALAFIYAH (1)

KETENTUAN KESEPULUH:

Mengambil manhaj salaf dari keseluruhan perkataan-perkataan mereka, tidak dari satuan perkataan mereka. Ketidaktelitian dalam perkara ini telah menjadikan banyak penuntut ilmu — karena semangat mereka terhadap manhaj salaf — menempatkan sesuatu yang ada pada salaf bagaikan sesuatu yang ada pada Nabi — shollallohu ‘alaih wa sallam –, sehingga mereka berhujah dengan satuan nukilan yang datang dari individu salaful ummah. Inilah perkara yang hendaknya dipahami oleh penuntut ilmu. Yaitu bahwa manhaj salaf diambil dari keseluruhan perkataan. Adapun satuannya, maka tidaklah diambil perkataan dari setiap individu dengan anggapan bahwa ia mewakili as-salaf (secara keseluruhan -pent).

Sebagai contoh, kita dapati sebagian imam telah melakukan kesalahan pada sebagian perkara. Maka kesalahannya itu tidak boleh diambil dengan anggapan bahwa itu adalah manhaj salaf. Contohnya adalah hadits “ash-shuroh”. Sebagian mereka telah salah dalam menafsirkan hadits ash-Shuroh. Maka tidak boleh dikatakan bahwa salaf berselisih pendapat tentang hadits ash-Shuroh, akan tetapi yang benar dikatakan bahwa fulan telah melakukan kesalahan. Lanjutkan membaca “KAIDAH DAN KETENTUAN PENYEBARAN AQIDAH SALAFIYAH (2)”

Aqidah, dakwah, Manhaj

KAIDAH DAN KETENTUAN PENYEBARAN AQIDAH SALAFIYAH (1)

Sesungguhnya tersebarnya dakwah salafiyah di berbagai penjuru dunia merupakan sebuah fenomena yang patut disyukuri. Karena dengan tersebarnya dakwah mubarokah (penuh berkah) ini berarti menunjukkan tersebarnya pula aqidah shohihah (aqidah yang benar) yang sesuai dengan aqidah pendahulu umat ini.

Di antara bentuk syukur yang hendaknya dilakukan oleh para dai atau para penyeru dakwah yang mulia ini, hendaknya mereka benar-benar memperhatikan kaidah dan ketentuan dalam menyebarkan aqidah yang shohihah ini. Karena, dengan memperhatikan akidah dan ketentuan yang benar, kebenaran yang indah ini akan mendapatkan jalannya untuk diterima hati-hati manusia. Sebaliknya, dengan tidak mengindahkan aturan tersebut, kebenaran akan dinilai sebagai kebatilan, dan kebaikan akan dinilai sebagai keburukan. Terlebih lagi, kebenaran adalah sesuatu yang berat untuk diterima, maka jangan sampai para dai lebih memperberat lagi dengan sikap mereka yang tidak mengikuti kaidah maupun ketentuan dalam berdakwah.

Berikut ini adalah sebuah ringkasan ceramah tentang “Kaidah dan Ketentuan Penyebaran Aqidah Salafiyah” yang kami ambilkan dari sebuah forum ilmiyah yang spesialis membahas tentang aqidah. ( http://www.alagidah.com/vb/showthread.php?t=2262 )

KAIDAH DAN KETENTUAN PENYEBARAN AQIDAH SALAFIYAH
Oleh Syaikh Dr. Yusuf Muhammad Sa’iid
Ketua jurusan aqidah di Jami’ah al-Imam Muhammad bin Su’ud al-Islamiyah
Dengan ta’liq (komentar) dari
Syaikh al-Allamah al-Mufti Abdul Aziz bin Abdillah Alu Syaikh
Ketua Hai’ah Kibaril Ulama

Bismillahirrohmaanirrohiim… Lanjutkan membaca “KAIDAH DAN KETENTUAN PENYEBARAN AQIDAH SALAFIYAH (1)”