PENGARUH DOSA DAN MAKSIAT

Oleh: Syaikh Kholid bin Ali al-Musyaiqih –hafizhohulloh

Alhamdulillah, Robb penguasa alam semesta, Yang maha pengasih dan maha penyayang, Yang menguasai hari pembalasan, sedangkan akibat (yang baik di akhirat) adalah untuk orang-orang yang bertakwa. Tidak ada permusuhan kecuali kepada orang-orang yang zhalim. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga Alloh memberikan sholawat, salam dan berkah kepada beliau, para sahabat dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari yang dijanjikan dan diancamkan. Amma ba’du:

Wahai kaum muslimin, bertakwalah kepada Alloh ta’ala yang mengetahui rahasia dan yang nampak dari kalian, dan mengetahui apa yang kalian usahakan.
Sesungguhnya, dosa-dosa dan maksiat memiliki berbagai pengaruh yang sangat buruk dan hukuman-hukuman di dunia dan di akhirat. Hal itu telah dikumpulkan oleh Ibnul Qoyyim rohimahulloh dalam kitab “al-Jawabul Kafi Liman Sa`ala ‘anid Dawa`isy Syafi”

Maka di antara yang beliau rohimahulloh sebutkan, bahwa maksiat melemahkan hati dan badan, menyebabkan hilangnya berkah dan berkurangnya kebaikan dalam ilmu, amal, harta dan keluarga. Ibnu Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu berkata, “Sungguh aku menganggap seseorang lupa akan ilmu yang pernah dia pelajari karena kesalahan (dosa) yang dia lakukan.”

Sebagaimana dosa-dosa juga menimbulkan kerendahan bagi pelakunya. Sulaiman at-Taimi rohimahulloh berkata, “Sesungguhnya seseorang melakukan dosa dalam kesendirian, lalu ketika masuk waktu pagi dia mendapatkan kehinaannya.” Disebutkan oleh Ibnul Jauzi rohimahulloh dalam kitabnya “Shofwatu ash-Shofwah.”

Di antaranya, bahwa dosa dan kemaksiatan menyebabkan datangnya bencana dan hilangnya kenikmatan. Maka tidak ada satu kenikmatan pun yang hilang dari seorang hamba kecuali dengan sebab suatu dosa. Dan tidaklah menimpa suatu bencana kecuali karena suatu dosa. Umar rodhiyallohu ‘anhu berkata, “Tidak akan turun suatu bencana kecuali karena suatu dosa, dan tidak akan diangkat kecuali dengan taubat.”

Sesungguhnya kewajiban kita wahai hamba-hamba Alloh, adalah bersyukur kepada Alloh atas kenikmatan-kenikmatan ini. Kenikmatan hujan, kebaikan, dan berkah. Karena sesungguhnya hujan adalah rahmat. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam jika langit mendung, diketahuilah hal itu dari wajahnya, lalu jika hujan turun, bergembiralah beliau. Dan beliau bersabda, “Sesungguhnya hujan adalah rahmat.”

Sesungguhnya bermudah-mudah dalam maksiat, walaupun kecil, adalah sebab dihilangkannya berkah dan menyembabkan kemurkaan Alloh ta’ala. Nabi ‘alaihish sholatu was salam bersabda -dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya, “Jauhilah maksiat oleh kalian. Karena dengan kemaksiatan, turunlah kemurkaan Alloh ‘azza wa jalla.”

Seandainya dalam meninggalkan maksiat tidak ada (balasan) melainkan tercapainya ‘afiyah (keselamatan) dan kecintaan Alloh ta’ala, sungguh sangatlah pantas bagi seorang mukmin baik laki-laki maupun perempuan untuk bergembira dengan meninggalkan maksiat. Syafiy bin Mati’ al-Ashbahi rohimahulloh berkata, “Meninggalkan kesalahan lebih mudah dari usaha bertaubat.”

Muhammad bin Ka’ab rohimahulloh berkata, “Tidaklah Alloh diibadahi dengan sesuatu yang lebih Dia cintai dari pada meninggalkan maksiat.” Hal ini dikuatkan dengan sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Jika aku perintahkan kalian dengan sesuatu, maka lakukan hal itu semampu kalian. Dan jika aku larang kalian dari sesuatu, maka jauhilah.” Keduanya (al-Bukhori dan Muslim) mengeluarkannya dalam shohihain.

Maka disebutkan kemampuan berkaitan dengan perkara yang diperintahkan namun tidak disebutkan hal itu berkaitan dengan perkara yang dilarang, sebagai isyarat akan besarnya bahaya larangan-larangan, jeleknya melakukan perbuatan yang dilarang, dan wajib bagi seorang muslim untuk menjauhinya secara mutlak, berbeda dengan perintah, maka dia lakukan selama dia mampu.

Dan hendaknya kita mengetahui bahwa pencegah terbesar dari dosa-dosa adalah khouf dan khosyyah (rasa takut) kepada Alloh, Yang maha mengetahui perkara ghaib.
Sa’id bin Jubair rohimahulloh ditanya tentang al-khosyyah, lalu beliau berkata, “Engkau merasa takut kepada Alloh ta’ala sehingga rasa takut kepada-Nya menghalangimu dari berbuat maksiat kepada-Nya.”
Makhul berkata, “Manusia yang paling lembut hatinya adalah yang paling sedikit dosanya.”

Wahai hamba Alloh, di antara rahmat Alloh dan karunia-Nya kepada kita, Dia menjadikan banyak sebab untuk menghapus dan menutupi dosa dan kesalahan.
Diantaranya adalah  menjauhi dosa-dosa besar disertai dengan melaksanakan ketaatan-ketaatan seperti sholat, dan berbagai kebaikan.
Nabi shollallohu ‘alaih wa sallam bersabda, “Sholat yang lima, Jum’at kepada Jum’at (berikutnya), Ramadhan menuju Ramadhan (berikutnya), adalah penghapus dosa yang ada di antaranya, jika dosa-dosa besar dijauhi.” Diriwayatkan oleh Muslim.
Dan dalam sunan at-Tirmidzi, dengan sanad yang hasan dari hadits Mu’adz bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan iringilah perbuatan buruk dengan kebaikan, niscaya akan menghapusnya.”
Alloh ta’ala berfirman,

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Hud: 114)
Dan di antara penghapus dosa adalah memberikan pinjaman dan bersedekah. Alloh ta’ala berfirman,

إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ

Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha pembalas jasa lagi Maha penyantun.” (at-Taghobun: 17)
Alloh ‘azza wa jalla berfirman,

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (al-Baqoroh: 271)
Dan di antara sebab-sebab ampunan adalah istighfar (memohon ampunan) dengan tidak terus-menerus melakukan kesalahan. Alloh ‘azza wa jalla berfirman,

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Ali ‘Imron: 135)

Sesungguhnya kewajiban kita, segenap kaum muslimin, agar bersegera membersihkan hati-hati kita dengan bersyukur, bertaubat, dan memohon ampun sebagai bentuk syukur kepada Alloh ‘azza wa jalla atas kenikmatan yang Dia berikan kepada kita. Dan kita wajib menjaga anggota badan kita dari kotoran dosa-dosa dan sikap terus-menerus dalam kesalahan. Agar kita mendapat bagian dari manisnya iman, lezatnya ibadah dan berkah dalam musibah.

Wahai Alloh, bersihkan hati-hati kami dari kemunafikan dan segala penyakit, bersihkanlah anggota badan kami dari riya dan segala maksiat. Wahai Alloh, bersihkanlah mata-mata kami dari khianat, karena Engkau mengetahui mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. Wahai Alloh, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu rasa takut (khosyyah) kepada-Mu dalam hal yang ghoib dan yang nampak, (kami juga memohon) sikap adil ketika dalam kemarahan dan keridhoan, dan kesederhanaan ketika fakir maupun kaya.

Link makalah asli berbahasa arab:
http://www.almoshaiqeh.com/index.php?option=content&task=view&id=11640&Itemid=7
Berikut teks aslinya:

  آثار الذنوب والمعاصي

الحمد لله رب العالمين الرحمن الرحيم مالك يوم الدين والعاقبة للمتقين ولا عدوان إلا على الظالمين وأشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله صلى الله وسلم وبارك عليه وعلى أصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الوعد والوعيد. أما بعد:

أيها المسلمون: اتقوا الله تعالى الذي يعلم سركم وجهركم ويعلم ما تكسبون.

إن للذنوب والمعاصي آثارا سيئة، وعقوبات في الدنيا والآخرة، جمعها ابن القيم رحمه الله في كتابه [الجواب الكافي لمن سأل عن الدواء الشافي].

فمما ذكره رحمه الله: أن المعاصي توهن القلب والبدن، وتسبب محق البركات ونقص الخيرات في العلم والعمل والمال والأهل، قال ابن مسعود رضي الله عنه: “إني لأحسب الرجل ينسى العلم كان تعلمه للخطيئة يعملها”.

كما أن الذنوب تورث الذلة لصاحبها، قال سليمان التيمي رحمه الله : إن الرجل ليصيب الذنب في السر فيصبح وعليه مذلته ، ذكره ابن الجوزي رحمه الله في كتابه صفوة الصفوة.

 ومن ذلك أنها تسبب حلول النقم وزوال النعم، فما زالت عن العبد نعمة إلا بسبب ذنب، ولا حلت به نقمة إلا بذنب، قال عمر رضي الله عنه :” لم ينزل بلاء إلاّ بذنب ولم يكشف إلاّ بتوبة “.

إن علينا عباد الله أن نشكر الله عزوجل على هذه النعم ، نعم المطر والخيرات والبركات ، فإن المطر رحمة فإن النبي صلى الله  عليه وسلم كان إذا غيمت السماء عرف ذلك في وجهه فإذا مطر فرح واستر وقال : (إن المطر رحمة ).

إن التساهل بالمعاصي ولو كانت صغيرة سبب لمحق البركات  وموجب لسخط الله تعالى، قال النبي عليه الصلاة والسلام فيما رواه الإمام أحمد في مسنده: “إياكم والمعصية، فإن بالمعصية حل سخط الله  عز وجل”.

ولو لم يكن في ترك المعصية إلا حصول العافية، ومحبة الله تعالى، لكان جديراً بالمؤمن والمؤمنة أن يفرح بترك المعاصي ، قال شفي بن ماتع الأصبحي رحمه الله : ” ترك الخطيئة أيسر من طلب التوبة “.

 وقال محمد بن كعب رحمه الله: ” ما عبد الله بشيء أحب إليه من ترك المعاصي” ، ويؤيده قوله صلى الله عليه وسلم: (إذا أمرتكم بشيء فأتوا منه ما استطعتم وإذا نهيتكم عن شيء فاجتنبوه) خرجاه في الصحيحين .

فأتى بالاستطاعة في جانب المأمورات، ولم يأت بها في جانب المنهيات، إشارة إلى عظيم خطرها وقبيح وقعها،  وأنه يجب على المسلم أن يتباعد عنها مطلقاً، بخلاف المأمور فإنه يفعله ما ستطاع.

 ولنعلم أن أعظم زاجر عن الذنوب هو الخوف والخشية من الله علام الغيوب.

سئل سعيد بن جبير رحمه الله عن الخشية، فقال:” أن تخشى الله تعالى حتى تحول خشيته بينك وبين معاصيه”.

 وقال مكحول:” أرق الناس قلوبا أقلهم ذنوبا”.

عباد الله :من رحمة الله بنا وفضله علينا، أن جعل لتكفير السيئات ومغفرة الذنوب أسباباً، من ذلك اجتناب الكبائر مع فعل الطاعات كالصلوات وسائر الحسنات، قال النبي صلى الله عليه وسلم: (الصلوات الخمس، والجمعة إلى الجمعة، ورمضان إلى رمضان، مكفرات لما بينهن، إذا اجتنبت الكبائر) رواه مسلم.

 وفي سنن الترمذي بإسناد حسن من حديث معاذ أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (واتبع السيئة الحسنة تمحها).

وقال تعالى: { إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّـيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ }.

ومن المكفرات القرض والصدقات، قال تعالى: {إِن تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ }.

وقال عز وجل:  {إِن تُبْدُواْ الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاء فَهُوَ خَيْرٌ لُّكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ }.

ومن أسباب المغفرة : الاستغفار مع عدم الإصرار، قال الله عزوجل: { وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُواْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللّهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللّهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَى مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ }.

إن علينا معاشر المسلمين أن نبادر إلى تنظيف قلوبنا بالشكر والتوبة والاستغفار شكراً لله عزوجل على ما أنعم به علينا وأن نحفظ جوارحنا من أدران الذنوب والإصرار، لنحظى بطعم الإيمان ولذة العبادة والبركة فيما أصاب.

اللهم طهر قلوبنا من النفاق وسائر الأمراض، وطهر جوارحنا من الرياء وسائر المعاصي، اللهم طهر أعيننا من الخيانة فإنك تعلم خائنة الأعين وما تخفي الصدور، اللهم إنا نسألك خشيتك في الغيب والشهادة، والعدل في الغضب والرضى، والقصد في الفقر والغنى.

One thought on “PENGARUH DOSA DAN MAKSIAT

  1. TERUS MENERUSLAH BERUSAHA PASTI ALLOH AKAN MENOLONGMU

    Tanya:
    Assalamualaikum.. .
    Kenapakah hari seterusnya selepas saya berusaha untuk bertaubat, nafsu yang menyebabkan dosa itu kembali lagi?. Bagaimanakah caranya untuk meninggalkan nafsu-nafsu yang tersirat dalam hati?.
    Setiap kali saya melakukan sesuatu dosa saya ingat bahawa itu perbuatan yang salah, tetapi kenapakah saya masih meneruskannya juga?.
    Adakah syaitan yang menguasai diri saya atau diri saya sendiri?

    Jawab:

    وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

    Diantara cara-cara untuk meninggalkan nafsu-nafsu yang tersirat di dalam dada adalah:

    Pertama:
    Kembali kepada Yang Maha Membolak-balikan hati yaitu Alloh Ta’ala, berdoa kepada-Nya, merendahkan diri kepada-Nya dan memperbanyak dzikir kepada-Nya, karena tidak ada jalan untuk membendung munculnya nafsu-nafsu melainkan hanya dengan memohon kasih sayang dari Yang Maha Membolak balikan hati, dengan pertolongan dan kasih sayang-Nya seseorang dapat menahan nafsu-nafsunya:

    إن النفس لأمارة بالسوء، إلا ما رحم ربي، إنّ ربي غفور رحيم

    “Sesungguhnya nafsu (jiwa) itu selalu memerintahkan kepada kejelekan, kecuali yang dirohmati Robbku, sesungguhnya Robbku adalah Al-Ghofur (Maha Pengampun) lagi Ar-Rohim (Maha Penyayang)”.

    Kedua:
    Terus melakukan pendekatan kepada Alloh dengan melakukan segala macam ketaatan kepada-Nya, dengan terus bersungguh-sungguh, Alloh Ta’ala berkata:

    والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا، وإن الله لمع المحسنين

    “Dan orang-orang yang mereka berjihad di (jalan) Kami maka sungguh Kami akan benar-benar menunjuki mereka ke jalan Kami, dan sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang berbuat kebaikan”.

    Ibnul Qoyyim Rohimahulloh menganggap bahwa melawan hawa nafsu termasuk jihad di jalan Alloh.

    Ketiga:
    Berlindung kepada Alloh Ta’ala dari godaan syaithon yang terla’nat, karena syaithon adalah sumber dari sumber kejelekan dan asal dari asal kejahatan, oleh karena itu kita diperintah untuk berlindung darinya dan dari bisikan-bisikannya, sebagaimana yang termaktub di dalam surat An-Nas.

    Dijawab oleh:
    Abu Ahmad Muhammad Al-Limboriy ‘Afallohu ‘anhu (11 Dzulqo’dah 1435).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s