SIKAP MANUSIA TERHADAP JIHAD

Sesungguhnya jihad di jalan Alloh adalah perkara paling tinggi dalam syariat Islam, sebagaimana sabda Nabi – shollallohu ‘alaihi wa sallam – dalam suatu hadits yang shohih,

وَذُرْوَةُ سَنَامِهِ الجِهَادُ

“Dan puncak ketinggiannya adalah jihad.” [Riwayat at-Tirmidzi, beliau mengatakan, hadits hasan shahih. Dishahihkan juga oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 5136]
Dan tatkala jihad memiliki kedudukan yang sangat tinggi, tentunya musuh Alloh pun berusaha untuk menyimpangkan manusia dari pemahaman yang benar dalam jihad. Sehingga perkara jihad pun menjadi perkara yang diperselisihkan manusia sebagaimana perkara-perkara lain dalam syariat Islam yang mulia ini.
Berikut ini, penjelasan Syaikh Shalih bin Sa’d as-Suhaimi –hafizhohulloh– tentang terbaginya manusia dalam menyikapi perkara jihad ini menjadi tiga kelompok. Penjelasan ini diambil dari Muhadhoroh (ceramah) beliau yang berjudul الإرهاب أسبابه وعلاجه وموقف المسلم من الفتن (Terorisme, sebab dan solusinya, serta sikap seorang muslim terhadap fitnah)
Dan dalam penjelasan ini terdapat isyarat tentang syarat-syarat jihad yang benar. Semoga kita bisa memperhatikan penjelasan ini dengan baik sehingga memberikan manfaat kepada kita.
Inilah penjelasan beliau –hafizhohulloh-:
Dan di sini, harus aku sampaikan sikap-sikap manusia terhadap jihad, agar menjadi jelas gambarannya bagi pencari kebenaran.

A. SIKAP AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH
Bahwa jihad adalah perkara yang disyariatkan dan senantiasa disyariatkan sampai tegaknya hari kiamat, baik dilakukan di belakang imam kaum muslimin yang baik ataupun yang jahat. Dan seorang muslim harus bersiap-siap untuk berjihad sampai dia menjumpai Alloh –‘azza wa jalla-.
Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam– bersabda,
من مات ولم يغزو أو يحدث نفسه بالغزو مات على شعبة من نفاق
“Siapa saja yang meninggal dunia dan dia belum pernah berperang, atau meniatkan dirinya untuk berperang, berarti dia meninggal di atas salah satu cabang kemunafikan.”
Akan tetapi, jihad harus memenuhi syarat-syarat dan penopangnya. Yang hal itu bisa diringkaskan dalam (poin-poin berikut),
– Murni mengharapkan wajah Alloh.
– Kaum muslimin memiliki kekuatan.
– Di bawah panji muslim yang satu, dan jihad itu diserukan oleh imam kaum muslimin.
– Didahului dengan dakwah mengajak kepada Islam lalu (orang kafir) yang didakwahi itu menolak atau menghalangi penyebaran Islam.
– Kuat kemungkinan bahwa jihad ini tidak mengakibatkan bahaya kepada Islam dan kaum muslimin.
Jika Syarat-syarat dan penopang jihad ini terpenuhi, maka marilah kita berjihad. Jika tidak, maka tidak.

B. SIKAP ORANG YANG MEREMEHKAN DAN MENELANTARKAN JIHAD, meskipun telah terpenuhi syarat-syarat dan penopangnya. Dengan dalih bahwa tidak ada lagi jihad melainkan jihad besar (jihad akbar) yaitu jihad memerangi hawa nafsu. Dan mereka mengulang-ulangi satu hadit palsu tentangnya, “Kita pulang dari jihad yang kecil menuju jihad yang besar.” Ini adalah manhaj (metode)nya sebagian orang-orang sufi yang berjalan-jalan (mengembara) dengan nama dakwah ke berbagai negri, dan mereka bersandar kepada kisah-kisah, mimpi-mimpi, dan hadits-hadits yang palsu dan lemah.

C. ORANG-ORANG YANG MENAMAKAN JIHAD BUKAN DENGAN NAMANYA.
Mereka adalah khowarij masa kini. Yang mana pendahulu mereka telah keluar memberontak kaum muslimin semenjak mereka membunuh Utsman dan Ali –rodhiyallohu ‘anhuma– sampai akhir dari mereka (kelak) akan keluar bersama Dajjal, sebagaimana hal itu telah diberitakan oleh Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam-. mereka membiarkan penyembah berhala, membunuhi orang islam, membaca al-Qur`an namun tidak melampaui tenggorokan mereka. Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- menamai mereka sebagai “Kilabu Ahlin Naar” (anjing-anjingnya penduduk neraka), mayat (korban pembunuhan) yang paling buruk adalah mayat mereka. Mereka menyembelih kaum muslimin di negri-negri Islam dengan keyakinan bahwa itu adalah negri kafir yang memerangi (darul harb). Mereka telah memberikan pelayanan kepada musuh-musuh Islam yang tidak mungkin mereka capai dengan perantaraan mereka. Dan mereka telah memberikan perantara kepada orang-orang kafir untuk mencela Islam dan kaum muslimin serta menguasai sebagian negri-negri kaum muslimin. Dan Alloh lah yang mengetahui siap yang berdiri di belakang mereka dari organisasi-organisasi zionis dan freemansori, secara langsung maupun tidak langsung.
Maka wajib bagi kaum muslimin sesuai dengan kemampuan masing-masing, untuk membongkar kepalsuan mereka dan menjelaskan kesesatan mereka sehingga kerusakan mereka tidak menyebar, dan perkara mereka (tidak) menggenting. Dan haram memberikan perlindungan kepada salah seorang di antara mereka, karena hal itu termasuk tolong menolong dalam perbuata dosa dan permusuhan. Alloh -tabaroka wa ta’ala- telah berfirman,
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan saling tolong menolonglah kalian dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam dosa dan permusuhan.” [al-Maidah: 2]
Maka barangsiap melindungi mereka, membela mereka, atau membenarkan perbuatan mereka, berarti dia bersekutu bersama mereka dalam membunuh jiwa-jiwa yang tak bersalah lagi terjaga (darahnya) di antara kaum muslimin, musta`min (orang kafir yang minta perlindungan keamanan kepada kaum muslimin), mu’ahad (orang kafir yang memiliki perjanjian dengan kaum muslimin), dan dzimmi (orang kafir yang menyerah di bawah kekuasaan kaum muslimin). Dan tepatlah atas orang ini hadits yang shahih dari Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam-,
لَعَنَ اللَّهُ مَنْ آوَى مُحْدِثًا
“Alloh melaknat orang yang membuat kerusakan di muka bumi.”

Kami memohon kepada Alloh Yang maha mulia, Penguasa ‘Arsy yang agung, dengan nama-nama-Nya yang maha indah, dan sifat-sifat-Nya yang maha tinggi, agar Dia menjaga atas kaum muslimin secara umum dan negri ini secara khusus, agamanya, keamanan dan ketenangannya. Dan agar Dia memberi petunjuk kepada orang yang sesat di antara kaum muslimin, mengembalikan mereka secara baik dan menyatukan mereka di atas kebenaran. Dan akhir doa kami, alhamdulillahi Robbil ‘alamin.
Semoga Alloh memberikan sholawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.

Dr. Shalih bin Sa’ad as-Suhaimi al-Harbi (semoga Alloh menjaganya)
Pengajar di Masjid Nabawi yang mulia
Ditranskrip (dari audio) oleh Abul Hasan al-Qurosyi

Diterjemahkan oleh Abu Ubaidillah alBamalanjy

Berikut ini adalah nash asli (berbahasa arab) transkrip ceramah tersebut diambil dari situs khusus Syaikh Shalih as-Suhaimi -hafizhohulloh- http://www.alsoheemy.net/ :

مواقف الناس من الجهاد

من محاضرة : الإرهاب أسبابه وعلاجه وموقف المسلم من الفتن

ولا بد هنا أن أشير إلى مواقف الناس من الجهاد لتتضح الصورة لطالب الحق : _

‌أ- موقف أهل السنة والجماعة : وهو أن الجهاد مشروع وباق إلى قيام الساعة خلف كل بر وفاجر من أئمة المسلمين ولا بد أن يكون المسلم مستعدا للجهاد إلى أن يلقى الله عز وجل ، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (من مات ولم يغزو أو يحدث نفسه بالغزو مات على شعبة من نفاق) ولكن لا بد للجهاد من شروط ومقومات تتلخص في أن يكون خالصا لوجه الله تعالى وأن تكون للمسلمين شوكة وقوة ومنعة ، وأن يكون تحت راية مسلمة موحدة وأن يدعو إليه إمام المسلمين ، وأن تسبقه دعوة إلى الإسلام فيمتنع المدعون من الإجابة أو يمنع من نشر الإسلام ، وأن يغلب على الظن أنه لا يترتب على ذلك ضرر يلحق الإسلام والمسلمين ، فإذا توافرت هذه الشروط والمقومات فحي على الجهاد وإلا فلا .

‌ب- موقف المفرطين الذين يخذلون عن الجهاد حتى لو وجدت شروطه ومقوماته بدعوى أنه لم يبق إلا الجهاد الأكبر وهو جهاد النفس ويرددون في ذلك حديثا موضوعا رجعنا من الجهاد الأصغر إلى الجهاد الأكبر ، وهذا منهج بعض المتصوفة الذين يتجولون باسم الدعوة في البلدان ويعتمدون على القصص والمنامات والرؤى والأحاديث الموضوعة والضعيفة .

‌ج- طائفة تسمى الجهاد بغير اسمه وهم خوارج هذا العصر الذي خرج أسلافهم على المسلمين منذ قتلهم لعثمان وعلي رضي الله عنهما إلى أن يخرج آخرهم مع الدجال كما أخبر النبي صلى الله عليه وسلم ويدعون أهل الأصنام ويقتلون أهل الإسلام يقرءون القرآن لا يجاوز حناجرهم سماهم النبي صلى الله عليه وسلم كلاب أهل النار ، شر قتلى قتلاهم يذبحون المسلمين في بلاد الإسلام ويعتقدون أنها دار حرب وقد قدموا لأعداء الإسلام خدمة لم يتمكنوا من الحصول عليها بوسائلهم وأعطوا الكفار ذريعة للنيل من الإسلام والمسلمين واحتلال بعض بلدان المسلمين والله أعلم بمن يقف ورائهم من المنظمات الصهيونية والماسونية بطريق مباشر أو غير مباشر .

فيجب على المسلمين كل بحسب قدرته أن يكشف زيفهم وأن يبين ضلالهم حتى لا ينتشر فسادهم ويستفحل أمرهم ويحرم التستر على أحد منهم لأن ذلك من التعاون على الإثم والعدوان وقد قال الله تبارك وتعالى (وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان ) فمن آواهم أو تستر عليهم أو دافع عنهم أو برر أعمالهم فإنه مشارك لهم في قتل النفوس البريئة المعصومة من المسلمين أو المستأمنين والمعاهدين والذميين وينطبق عليه الحديث الثابت عن النبي صلى الله عليه وسلم ( لعن الله من آوى محدثاً) .

نسأل الله الكريم رب العرش العظيم بأسمائه الحسنى وصفاته العلا أن يحفظ على المسلمين عامة وهذه البلاد خاصة دينها وأمنها واستقرارها وأن يهدي ضال المسلمين ويردهم إلى دينهم ردا جميلا ويجمع كلمتهم على الحق وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين .

د . صالح بن سعد السحيمي الحربي

المدرس بالمسجد النبوي الشريف

قام بتفريغها : أبو الحسن القرشي

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s