Pelajaran dari Kisah Penyembelihan Ismail – alaihis salaam

(Khutbah Idul Adh-ha)
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله نحمده ونستعينه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهد الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ،
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ }
{ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ
نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا
كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ
وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا }
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا
سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا
عَظِيمًا }
أما بعد فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدى هدى محمد صلى الله عليه
وسلم وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في
النار

Kaum muslimin yang dirahmati Allah …
Segala puji
tidak henti-hentinya kita panjatkan kepada Allah yang senantiasa
melimpahkan nikmat, rahmat dan karuniaNya kepada kita, sehingga kita
masih bisa menyaksikan dan menghadiri satu hari yang diagungkan oleh
agama Islam. Dimana Allah tidaklah menjadikan hari raya tahunan bagi
kaum muslimin melainkan dua hari raya yang mulia, Iedul Fithri dan
Iedul Adh-ha.
Oleh karena itu, pertama-pertama dalam khutbah idul
adh-ha ini, khatib mewasiatkan kepada khatib pribadi dan kepada kaum
muslimin secara umum untuk selalu bertakwa kepada Allah Subhanahu wa
ta’ala, bersyukur dan beribadah kepadaNya dengan ikhlas dan sesuai
tuntunan, serta bertaubat dan kembali kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah…
Hari
ini adalah hari yang agung, dimana pada hari ini, yakni hari raya idul
adh-ha, Allah mensyariatkan untuk umatNya salah satu peribadahan yang
agung, sebagai bentuk dan wujud rasa syukur seorang hamba kepada Allah
yang telah melimpahkan berbagai nikmatNya. Allah ta’ala berfirman
kepada NabiNya yang mulia shollallohu ‘alaihi wa sallam.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (١)فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (٢)

“Sesungguhnya
Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah
shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah…” [al-Kautsar: 1-2]

Kaum muslimin yang dirahmati Allah…
Jika
kita menengok sejarah disyariatkannya kurban pada hari raya ini, maka
kita melihat al-Qur`an telah menjelaskan tentang kisah dua orang nabi
yang mulia, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihima as-salam. Kisah yang
telah kita ketahui bersama insyaAllah. Yang mana Allah ta’ala, yang
telah mengangkat Nabi Ibrahim alaihis salam sebagai kekasihNya, ingin
menguji kecintaan Nabi Ibrahim alaihis salam kepada Allah ta’ala.
Maka
Allah perintahkan kepadanya, melalui wahyu yang Dia sampaikan dalam
bentuk mimpi, Allah perintahkan kepadanya untuk menyembelih putranya
yang tercinta Nabiyullah Isma’il alaihissalaam. Maka dengan penuh
keimanan dan kecintaan kepada Allah, Nabi Ibrahim pun melaksanakan
perintah Allah ta’ala tanpa membangkang, memprotes, ataupun menolak
dengan perasaan maupun akalnya. Akan tetapi beliau alaihishsholatu was
salaam mendahulukan cintanya kepada Allah dari pada cintanya kepada
putranya yang dia sayangi.

فَبَشَّرْنَاهُ
بِغُلامٍ حَلِيمٍ (١٠١)فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا
بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا
تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ
اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (١٠٢)فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ
لِلْجَبِينِ (١٠٣)وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (١٠٤)قَدْ
صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (١٠٥)إِنَّ
هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ (١٠٦)وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
(١٠٧)وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآخِرِينَ (١٠٨)

“Maka Kami beri Dia khabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar.
Maka
tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama
Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam
mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia
menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu;
insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar”.
tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).
dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,
Sesungguhnya
kamu telah membenarkan mimpi itu Sesungguhnya Demikianlah Kami memberi
Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian.” [ash-Shaffat: 101-108]

Kaum muslimin yang dirahmati Allah…

Maka
pantaslah bagi kita, sebagai orang yang datang setelah mereka, untuk
mengambil pelajaran dari kisah-kisah yang Allah sebutkan tentang para
Nabi alaihimussalam dan orang-orang salih terdahulu. Allah berfirman,

وَكُلا
نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ
وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
(١٢٠)

“Dan semua kisah dari Rasul-rasul Kami ceritakan
kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan
dalam surat ini (yang mengandung kisah-kisah tersebut) telah datang
kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang
yang beriman.” [Hud: 120]

Kaum muslimin yang dirahmati Allah…
Sangat
banyak pelajaran dan peringatan yang bisa kita ambil dari kisah dua
Nabi yang mulia tersebut, namun pada kesempatan ini kami hanya ingin
menyampaikan sebagiannya saja:
Pertama, Nabi Ibrahim
adalah seorang Nabi yang telah Allah angkat sebagai khalil (kekasih)
Nya, dan Allah memerintahkan Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam
dan memerintahkan kita sebagai umat beliau, untuk menjadikan beliau
sebagai panutan kita. Allah berfirman,

ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Kemudian
Kami wahyukan kepadamu, ikutilah agama Ibrahim seorang yang lurus dan
dia tidaklah termasuk orang-orang yang berbuat syirik.” [an-Nahl: 123]
Perkara
terbesar dan terpenting yang harus kita contoh dari diri beliau
shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah keadaan beliau sebagai seorang
yang lurus, bertauhid, tidak menyekutukan sesuatu makhluk pun kepada
Allah ta’ala, hanya beribadah kepada Allah. Bahkan beliau telah berdoa
kepada Allah agar beliau dan keturunan beliau dijauhkan dari kesyirikan,

وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

“Dan jauhkanlah aku dan keturunanku dari menyembah berhala.” [Ibrahim: 35]
Inilah sifat mulia yang beliau miliki sehingga Allah memerintahkan kita untuk meneladani beliau.

قَدْ
كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ
إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ
مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ
الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

“Sesungguhnya
telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang
yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka:
“Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang
kamu sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata
antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya
sampai kamu beriman kepada Allah saja.” [Mumtahanah: 4]

Kaum muslimin yang dirahmati Allah…
Pelajaran kedua,
dari kisah yang agung tersebut, bisa kita ambil pelajaran, bahwa
kecintaan dan keimanan yang sempurna kepada Allah, tidak akan terwujud
kecuali dengan mendahulukan wahyu Allah, di atas segala hal dan
mendahulukan kecintaan kita kepada Allah di atas kecintaan kita kepada
selainNya. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendahului Allah dan rasulNya.” [al-Hujurat: 1]
Maka,
sebagai orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya shollallohu
‘alaihi wa sallam, hendaknya kita tunduk dan patuh kepada syariat dan
ajaran agama Allah yang telah disampaikan oleh Rasulullah shollallohu
‘alaihi wa sallam kepada kita. Menaati perintah-perintah beliau,
menjauhi larangan-larangan beliau, membenarkan berita yang beliau
sampaikan dan beribadah kepada Allah hanya dengan tuntunan beliau
shollallohu ‘alaihi wa sallam. Allah berfirman,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

“Katakanlah (wahai rasul), jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” [Ali Imran: 31]

Kaum muslimin yang dirahmati Allah…
Inilah
dua di antara berbagai pelajaran yang terkandung dalam kisah mulia Nabi
Ibrahim dan putranya alaihimas salaam. Yang mana dua pelajaran penting
ini tidak lain adalah kandungan dari dua kalimat syahadat laa ilaaha
illallah dan muhammad rasulullah. Yaitu beribadah hanya kepada Allah,
tidak kepada selainNya, dan melaksanakan ibadah tersebut sesuai dengan
tuntunan Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ
إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ
مَجِيدٌ
اللهم اغفر للمسلمين والمسمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات
اللهم إنا نسألك الهدى والتقى والعفاف والغنى
اللهم لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا
بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا
رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ (180) وَسَلَامٌ
عَلَى الْمُرْسَلِينَ (181) وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

*****
وكتبه
أبو عبيد الله البمالنجي السلفي
– راجيا عفو ربه ومغفرته له ولوالديه –
سوكوهرجو – جاوى الوسطى
يوم الاثنين 8 ذو الحجة 1428 هـ

One thought on “Pelajaran dari Kisah Penyembelihan Ismail – alaihis salaam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s