WASIAT ABU DARDA rodhiyallohu ‘anhu (bagian 4 dari 5 tulisan)

WASIAT KE TIGA

Dan di antara perkataan Abu Darda rodhiyallohu ‘anhu, suatu ketika beliau berkata kepada para sahabatnya,

“Berlindunglah kalian kepada Alloh dari kekhusyu’an nifaq.” Mereka bertanya, Wahai Abu Darda, apa yang dimaksud kekhusyu’an nifaq? Beliau menjawab, “Jasad terlihat khusyu’ namun hatinya tidak khusyu’.”

Dan telah shohih dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,

« أَوَّلُ مَا يُسْلَبُ مِنْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ الْخُشُوعُ »

“Yang dicabut pertama kali dari umat ini adalah kekhusyu’an.” [Riwayat Ath-Thobroni, dishohihkan Al-Albani dalam Shohih Al-Jami’ush Shoghir nomor: 2569]

Maka engkau melihat orang-orang sholat di masjid, namun hampir-hampir tidak engkau dapati seorang pun yang khusyu’ di antara mereka. Berlindunglah kepada Alloh dari kekhusyu’an nifaq, jasad terlihat khusyu’ dan tenang ketika di dalam sholat, namun hati tidak khusyu’. Ini adalah keadaan orang-orang munafiq, karena mereka sholat bersama kaum muslimin akan tetapi hati mereka tidak khusyu’ kepada Alloh, bahkan mereka riya kepada manusia dan tidak mengingat Alloh kecuali sedikit saja.

Kenapa Abu Darda rodhiyallohu ‘anhu berkata “Berlindunglah kalian kepada Alloh dari kekhusyu’an nifaq”? Hal itu karena beliau hendak menanamkan dalam hati-hati kita agar kita tidak akan menerima dan tidak akan meridhoi hal tersebut. Betapa banyak orang yang tidak mendapati kekhusyu’an dalam hatinya, kekhusyu’an mereka hanya pada badan saja, dan dia mengetahui bahwa hatinya mengajaknya kepada berbagai macam perbuatan dosa besar dan kemungkaran, juga mengajaknya untuk meninggalkan berbagai macam kewajiban. Kemudian Abu Darda berkata kepadanya, berlindunglah kalian kepada Alloh dari kekhusyu’an nifaq. Yakni, jika engkau dalam keadaan seperti ini maka jangan sampai engkau meridhoi dirimu berada dalam keadaan seperti ini, bahkan berlindunglah engkau kepada Alloh, menghadaplah kepada-Nya, berpegang teguhlah kepada-Nya, carilah kelezatan dengan (kekhusyu’an kepada) Nya dan menghadaplah kepada-Nya, agar Dia menghilangkan kekhusyu’an nifaq yang ada dalam hatimu yang pada hakikatnya hati tidaklah khusyu’.

Engkau melihat manusia melakukan sholat, namun yang khusyu’ di antara mereka hanyalah sedikit. Para sahabat rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam melakukan ibadah-ibadah yang barangkali orang-orang setelah mereka lebih banyak melakukannya. Akan tetapi mereka (para sahabat) beribadah dengan hati-hati yang khusyu’.

Oleh karena itu ketika Al-Hasan al-Bashri rohimahulloh ditanya, ‘Mereka para tabi’in, ibadah mereka lebih banyak dibandingkan para sahabat rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, kenapa para sahabat memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari mereka?’ Al-Hasan menjawab, “Dahulu para sahabat melakukan ibadah sedangkan akhirat ada dalam hati-hati mereka. Adapun mereka (para tabi’in), maka mereka beribadah sedangkan dunia ada dalam hati-hati mereka. Maka sangat berbeda antara ini dan itu. Oleh karena itu Abu Darda berkata, Alangkah bagus tidur dan berbukanya orang-orang yang cerdas. Bagaimana mungkin mereka tertipu dengan begadang dan puasanya orang-orang yang dungu. Sungguh, kebaikan sekecil biji sawi yang disertai ketakwaan dan keyakinan lebih agung dan lebih tinggi di sisi Alloh dari pada ibadah sebesar gunung yang dilakukan oleh orang-orang yang tertipu.'”

Maksudnya adalah kekhusyu’an hati. Dan kekhusyu’an hati maknanya adalah ketenangan, ketundukan dan menghadapnya hati kepada Alloh Jalla wa ‘Alaa.

Maka marilah kita berlindung kepada Alloh dari kekhusyu’an nifaq. Wahai Alloh, kami berlindung kepada-Mu dari kekhusyu’an orang-orang munafiq. Wahai Alloh Yang maha mulia, jadikanlah kekhusyu’an kami adalah kekhusyu’an orang-orang yang beriman secara lahir dan batin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s