Archive for the ‘Nasihat’ Category
MAKMURKAN MASJID DENGAN SHOLAT BERJAMAAH
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (at-Taubah: 18)
Para ahli tafsir mengatakan, orang-orang yang memiliki sifat seperti tersebut dalam ayat (beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan hanya takut kepada Allah) merekalah orang-orang yang berhak memakmurkan masjid.
Dari sini hendaknya kita tanyakan kepada diri kita; apakah kita orang yang beriman? Jika kita orang beriman, maka hendaknya Baca entri selengkapnya »
ANTARA MENUNTUT ILMU DAN MENIKAH
Oleh: Syaikh Kholid bin Ali al-Musyaiqih – hafizhohulloh.
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh. Semoga Alloh berbuat kebaikan kepada Anda wahai Syaikh.
Wahai Syaikh, saya sekarang berada pada awal permulaan jalan menuntut ilmu. Dan karena melihat berbagai fitnah pada zaman kita ini, jiwaku berkeinginan untuk menikah. Apakah pernikahan akan berpengaruh kepada tholabul ilmi, sedangkan saya sekarang berumur dua puluh satu tahun? Apa nasihat Anda kepadaku, apakah saya terus maju untuk menikah ataukah menunggu sampai saya memperoleh bagian dari ilmu? Semoga Alloh memberkati Anda.
Jawaban:
Alhamdulillah, wash-Sholatu was salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala Alihi wa Shohbihi ajma’in. Baca entri selengkapnya »
MERAIH KEBERKAHAN HARTA
Oleh: Syaikh Kholid bin Ali al-Musyaiqih – hafizhohulloh.
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh
Suamiku penghasilannya tidak ada berkahnya. Apa yang harus kami lakukan agar penghasilan itu ada berkahnya?
Semoga Alloh membalas Anda dengan kebaikan.
Jawaban:
Alhamdulillah, wash-sholatu was-salamu ‘ala Nabiyyina Muhammad, wa ‘ala Alihi wa Shohnih ajma’in, wa ba’du:
Jalan (yang hendaknya ditempuh) agar penghasilan suami Anda memiliki berkah, hendaknya dia:
Pertama, mengeluarkan zakat. Karena zakat akan membersihkan harta, menjaga dan melindunginya dari kerusakan.
Kedua, mengeluarkan sedekah. Dan dia hendaknya menyambung hubungan kekerabatan (silaturahim), karena hal ini juga salah satu sebab turunnya berkah pada harta, terjaganya harta dan bertambahnya harta.
Ketiga, mengatur segala hal yang berkaitan dengan pengeluaran dan pemasukan harta. Karena tidak adanya pengaturan, dan adanya kemubadziran (penghamburan harta) akan menjadi sebab tidak adanya berkah.
Keempat, ikhlas dalam segala amalan.
Kelima, berkeinginan kuat terhadap penghasilan yang halal, menunaikan tugas sebagaimana mestinya, dan tidak menyia-nyiakan sedikit pun dari waktu yang terus berjalan.
Keenam, memperbanyak doa agar Alloh – ‘azza wa jalla – menurunkan berkah pada hartanya.
Jika dia melaksanakan wasiat ini, dengan izin Alloh, niscaya akan turun berkah pada hartanya.
Sumber artikel:
http://www.almoshaiqeh.islamlight.net/index.php?option=com_ftawa2&task=view&id=4300&catid=&Itemid=35
