Archive for Mei 2009
JAMAK SHOLAT JUM’AT DAN ASHAR
Oleh Syaikh Kholid bin Ali al-Musyaiqih – hafizhohulloh -
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum. Semoga Alloh memberkahi Anda wahai Syaikh Kholid. Apakah boleh menjamak antara dua sholat, jum’at dan ashar bagi seorang musafir?
Jawaban:
Alhamdulillah wash- sholatu was salaam ‘ala Rosulillah wa’ala Alihi wa Shohbihi ajma’in. Wa ba’du.
Permasalahan ini adalah permasalah yang diperselisihkan para ulama. Dan pendapat yang benar tentangnya adalah, Baca entri selengkapnya »
TIDAKLAH MENGHERANKAN!
Oleh: Syaikh Sholih bin Fauzan al-Fauzan -hafizhohulloh.
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله ؛ وبعد
Saya telah membaca perkataan sebagian masyaikh di koran al-Wathon, dia terheran-heran akan terpecahnya kaum muslimin di antara mereka padahal masing-masing dari mereka mengatakan, “Robbku Alloh, Nabiku Muhammad dan agamaku Islam.”
Dan saya katakan, hal itu tidaklah mengherankan, karena tidaklah cukup semata-mata ucapan tanpa berpegang teguh dengan apa yang ditunjukkan oleh ucapan itu. Maka tidaklah cukup perkataan seseorang, “Robbku adalah Alloh,” sampai dia istiqomah di atas kalimat ini dengan merealisasikan kandungannya, yaitu beribadah kepada Alloh semata tanpa menyekutukannya.
Baca entri selengkapnya »
PERHATIKAN AMALAN HATI
Oleh: Syaikh Kholid bin Ali al-Musyaiqih – hafizhohulloh -.
الحمد لله والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ، أما بعد
Sesungguhnya amalan teragung yang hendaknya sangat diperhatikan oleh seorang muslim, lebih khusus seorang penuntut ilmu, adalah amalan-amalan hati. Karena hati adalah porosnya amalan badan. Oleh karena itulah Nabi - shollallohu ‘alaihi wa sallam - bersabda,
إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى
“Sesungguhnya amalan-amalan itu dengan niat-niat, dan seseorang hanyalah mendapatkan yang dia niatkan.”
Dan para ulama pun telah memberikan perhatian terhadap amalan-amalan hati. Mereka telah menulis berbagai karya tulis tentangnya. Maka sudah selayaknya bagi seorang penuntut ilmu untuk melihat dan memperhatikan hatinya, karena sebagaimana sabda Nabi – shollallohu ‘alaihi wa sallam -
إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب
“Sesungguhnya dalam tubuh ini ada segumpal daging, jika baik maka baiklah seluruh tubuh, dan jika rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, dia adalah hati.”
Baca entri selengkapnya »
Makmum Masbuq di Belakang Shof yang Penuh
Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin – rohimahulloh – ditanya:
Telah terjadi perdebatan antara jamaah sholat, jika ada seseorang yang terlambat masuk ke dalam masjid, lalu dia mendapati sholat telah ditegakkan dan barisan telah sempurna (penuh) sedangkan dia tidak mendapati satu tempat pun di dalam barisan sholat (shof), apakah boleh baginya menarik seseorang dari barisan yang telah sempurna itu agar dia bisa melaksanakan sholat? Ataukah dia sholat sendirian di belakang barisan? Atau apa yang hendaknya dia perbuat?
Jawaban:
Permasalahan ini, jika seseorang datang dan mendapati shof telah penuh, ada tiga bentuk tatacara,
Pertama, dia sholat sendirian (membuat shof sendiri -pent) di belakang shof.
Dua, dia menarik seorang dari shof agar sholat bersamanya.
Tiga, dia maju lalu sholat di samping kanan imam.
Inilah tiga tatacara jika dia masuk (mengikuti) sholat itu. Atau dia meninggalkan sholat berjamaah. Lalu mana yang dipilih dari perkara ini?
Baca entri selengkapnya »
