Archive for April 2009
TIDAK ADA “KULIT” DALAM AGAMA
Oleh: Syaikh Abdulaziz bin Abdillah bin Baaz — rohimahulloh.
Pertanyaan:
Bagaimana hukum syariat terhadap orang yang menyatakan bahwa memotong jenggot dan memendekkan pakaian (laki-laki -pent) adalah masalah kulit bukan masalah pokok dalam agama. Atau tentang orang yang menertawakan orang yang melakukan perkara ini?
Jawab:
Perkataan ini adalah perkataan yang berbahaya dan kemungkaran yang besar. Baca entri selengkapnya »
MAKNA “MENAATI ULIL AMRI” DALAM AYAT
Oleh: Syaikh al-Imam al-Walid Abdulaziz bin Abdillah bin Baz — rohimahulloh –
Alloh — ‘azza wa jalla — berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Alloh, taatilah Rosul dan ulil amri di antara kalian. Jika kalian berselisih dalam suatu urusan, maka kembalikanlah kepada Alloh dan Rosul, jika kalian beriman kepada Alloh dan hari akhir. Hal itu lebih baik dan lebih bagus akibatnya.” (an-Nisaa`: 59)
Ulil amri, mereka adalah para ulama dan para penguasa — penguasa kaum muslimin dan ulama mereka –. Mereka ditaati dalam ketaatan Alloh, jika mereka memerintahkan ketaatan kepada Alloh bukan dalam kemaksiatan kepada-Nya. Maka para ulama dan penguasa ditaati dalam perkara yang makruf (perkara-perkara yang dipandang baik oleh Islam -pen). Karena dengan hal inilah keadaan akan menjadi stabil, keamanan tercipta, perintah-perintah bisa dilaksanakan, orang yang terzhalimi mendapatkan keadilan, dan orang yang zhalim pun tercegah. Baca entri selengkapnya »
FAKTOR KETEGUHAN KETIKA FITNAH
Seseorang bertanya, “Assalaamu’alaikum, apa saja sebab-sebab yang bisa membantu (seseorang) untuk teguh ketika terjadi fitnah?”
Jawab, “Sebab-sebab yang bisa membantu untuk teguh adalah berpegang teguh dengan al-Kitab dan as-Sunnah, tidak lebih dari itu. Maka barangsiapa berpegang teguh dengan Kitabulloh dan sunnah Nabi-Nya — shollallohu ‘alaihi wa sallam –, dan dia selalu menyertai orang yang memiliki keutamaan dan keistiqomahan, sedang dia tidak menjerumuskan diri ke dalam berbagai perkara, dan tidak mengahadapkan dirinya kepada fitnah, maka orang semacam ini akan dilindungi (dari fitnah) dengan izin Alloh ta’ala.”
Syaikh Abdul Karim al-Khudhoir — hafizhohulloh.
Sumber: http://www.khudheir.com/ref/370
