alBamalanjy

Berpegang Dengan al-Qur’an & as-Sunnah Menurut Pemahaman Salaful Ummah

SHOLAT GERHANA dan SHOLAT JUMAT

with 3 comments

Oleh: Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin — rohimahulloh.

Pertanyaan:
Jika bertemu dua sholat; yakni sholat gerhana dengan sholat yang lain, seperti sholat wajib, sholat jum’at, sholat witir, atau sholat tarawih, manakah yang didahulukan?

Jawaban:
Sholat wajib lebih didahulukan dari sholat gerhana bulan ataupun matahari. Karena sholat wajib lebih penting. Juga karena Nabi – shollallohu ‘alaihi wa sallam – telah bersabda dalam hadits qudsi,

ما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضته عليه

“Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang Aku wajibkan kepadanya.”
Adapun sholat witir, maka sholat gerhana (bulan) lebih didahulukan atasnya. Karena sholat witir bisa diqodho setelahnya. Bahkan sholat witir ini bisa dilakukan setelah sholat gerhana, baik masih pada waktunya jika memang waktu sholat witir itu masih ada, atau (dilakukan) sebagai qodho jika waktu sholat witir telah habis sebelum dilaksanakannya.
Dan witir diqodho dengan bilangan rokaat genap. Maksudnya, seseorang mengqodho sholat witir di siang hari (waktu dhuha -pen) dengan bilangan rokaat genap, jika dia tidak mampu melaksanakannya sebelum terbitnya fajar. Artinya, jika dia terbiasa sholat witir tiga rokaat, maka dia sholat empat rokaat (sebagai qodho witir). Jika dia terbiasa sholat witir lima rokaat, maka dia sholat enam rokaat… dan begitu seterusnya.

Diterjemahkan dari:
http://www.islamancient.com/fatawa,item,389.html?PHPSESSID=16be921d4a3521fd7ab5487133ff1329

Written by albamalanjy

14 Januari 2010 at 10:29 pm

HUKUM SUJUD SAHWI

tinggalkan komentar »

Oleh: Syaikh Kholid bin Ali al-Musyaiqih – hafizhohulloh.

بسم الله الرحمن الرحيم ، والحمد لله والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ،وبعد

Sesungguhnya sholat adalah rukun kedua dari rukun-rukun Islam, disamping sebagai tiang-tiang agama. Sholat adalah kewajiban terbesar setelah dua kalimat syahadat. Sholat adalah amalan pertama yang akan dihisab (diperhitungkan) pada diri seorang hamba. Maka termasuk rahmat Alloh - ‘azza wa jalla – terhadap hamba-hamba-Nya adalah disyariatkannya penambal yang bisa menutupi kekurangan dan celah yang terjadi pada sholat yang mereka lakukan. Dan di antara syariat Alloh kepada hamba-Nya untuk menambal kekurangan ini adalah sujud sahwi.

Baca entri selengkapnya »

Written by albamalanjy

14 Januari 2010 at 6:00 am

Ditulis dalam Fiqih

Ditandai dengan , ,

CARA MENGHITUNG HARI AQIQOH

tinggalkan komentar »

Oleh: Syaikh Kholid bin Ali al-Musyaiqih – hafizhohulloh.

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Semoga Alloh memberkahi Anda, dan menjadikan Anda bermanfaat bagi Islam dan kaum Muslimin.
Telah dilahirkan untukku seorang bayi pada hari sabtu jam tujuh malam. Kapankah hari aqiqohnya? Apakah hari kelahirannya dianggap sebagai hari sabtu atau hari Ahad?

Jawaban:
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi kita Muhammad, dan juga kepada keluarga beliau dan para sahabat beliau seluruhnya. Wa ba’du.
Sunnah dalam aqiqoh, adalah disembelih (binatang sembelihan; kambing -pent) pada hari ke tujuh dari kelahiran bayi. Dimana hari kelahiran bayi juga ikut dihitung. Maka (untuk kasus ini -pent) engkau mulai menghitungnya dari hari Ahad. Hal itu karena bayi ini dilahirkan setelah tenggelamnya matahari pada hari sabtu, sehingga engkau tidak menghitung hari sabtu dilahirkannya bayi itu. Maka engkau mengadakan aqiqoh pada hari Sabtu.

Diterjemahkan dari:
http://www.almoshaiqeh.com/index.php?option=com_ftawa&task=view&id=35051&catid=&Itemid=35

Written by albamalanjy

10 Januari 2010 at 9:43 pm

Ditulis dalam Fiqih

Ditandai dengan , ,

Bagaimana Cara Bertawakal Kepada Alloh

with one comment

Oleh : Syaikh Abdulaziz bin Abdillah bin Baaz – rohimahulloh -

Pertanyaan:
Seorang penanya di kota Karkuk di Iraq berkata dalam pertanyaannya: Terjadi diskusi di tengah-tengah kami tentang masalah tawakal, apakah tawakal itu ada dengan (melakukan) berbagai sebab atau tanpa sebab. Karena kita mengetahui tentang tawakalnya sebagian orang-orang sholih, seperti tawakalnya Maryam yang mana dia kedatangan buah-buahan musim panas pada waktu musim dingin, dan sebaliknya. Padahal dia tidak melakukan sebab, bahkan dia mengonsentrasikan diri untuk ibadah. Maka berilah penjelasan kepada kami tentang hal itu, semoga Alloh memberkahi Anda.

Jawaban:
Tawakal mengandung dua hal; Baca entri selengkapnya »

Written by albamalanjy

20 Desember 2009 at 11:34 am

Ditulis dalam Aqidah, Ubudiyah

Ditandai dengan , ,

AGAR SHOLAT DITERIMA

with 3 comments

Sesungguhnya di antara sifat seorang mukmin adalah senantiasa merasa khawatir kalau-kalau amalan baiknya tidak diterima oleh Alloh – ta’ala. Alloh berfirman,

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (*) أُولٰئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Robb mereka. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (al-Mu’minun: 60-61)

Tentang ayat ini, Aisyah – rodhiyallohu ‘anha – pernah bertanya kepada Nabi – shollallohu ‘alaihi wa sallam – apakah mereka (yang dimaksud dalam ayat ini) adalah orang yang minum khomer dan mencuri? Baca entri selengkapnya »

Written by albamalanjy

12 November 2009 at 11:45 pm

Ditulis dalam Ubudiyah

Ditandai dengan , ,

MAKMURKAN MASJID DENGAN SHOLAT BERJAMAAH

tinggalkan komentar »

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللَّهَ فَعَسَىٰ أُولٰئِكَ أَن يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (at-Taubah: 18)

Para ahli tafsir mengatakan, orang-orang yang memiliki sifat seperti tersebut dalam ayat (beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan hanya takut kepada Allah) merekalah orang-orang yang berhak memakmurkan masjid.

Dari sini hendaknya kita tanyakan kepada diri kita; apakah kita orang yang beriman? Jika kita orang beriman, maka hendaknya Baca entri selengkapnya »

Written by albamalanjy

12 November 2009 at 9:51 pm

Ditulis dalam Nasihat

Ditandai dengan , ,

PENYAKIT HATI DAN OBATNYA (e-book)

tinggalkan komentar »

Seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tentu akan memperhatikan amalan-amalannya. Dia akan senantiasa berusaha memperbagus amalan-amalannya, sehingga dia benar-benar ditulis oleh Allah sebagai orang yang bersyukur atas kenikmatan-kenikmatan yang telah diberikan kepadanya.

Maka ketahuilah, – semoga Allah senantiasa membimbing kita kepada kebaikan – bahwa semua kebaikan bergantung kepada hati yang ada dalam dada. Rasulullah – shollallohu ‘alaihi wa sallam – bersabda,

ألاَ وَإنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَت صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، ألاَ وَهِيَ القَلْبُ

“Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad ini ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka seluruh jasad pun akan menjadi baik. Dan jika segumpal daging itu rusak, maka seluruh jasad pun akan menjadi rusak. Ketahuilah, bahwa segumpal daging itu adalah hati.” [Riwayat al-Bukhari (1/19) dan Muslim (1219) dari Nu’man bin Basyir]

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani – rohimahulloh – berkata,
“Beliau mengkhususkan hati dengan hal tersebut karena hati adalah pemimpin badan. Dengan baiknya pemimpin, maka rakyat akan menjadi baik, dengan rusaknya pemimpin, rakyat pun menjadi rusak. Dan dalam hadits ini terdapat peringatan untuk mengagungkan kedudukan hati dan anjuran untuk memperbaikinya…” [Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari dalam Kitab al-Iman Bab Fadhli Man Istabra`a Lidinihi]

Untuk lebih mengenal tentang hati, penyakit dan obatnya, silahkan download artikel berikut di sini.
Semoga bermanfaat…

Written by albamalanjy

30 Oktober 2009 at 9:08 pm

Ditulis dalam Tazkiyatun nafs

Ditandai dengan , , , ,